Rabu

Percaya Akan Cinta

CINTA itu unik. Cinta datang, tapi juga akan pergi meninggalkan semaunya sendiri. Tanpa ada yang meminta sang pujaan datang, dan tanpa ada yang meminta juga sang cinta pergi meninggalkan.


Apakah itu cinta?

Iya, cinta memang misterius. Sebahagia apapun yang Anda rasakan, cinta terus membimbing seseorang untuk merasakan perihnya sakit hati. Tapi cinta selalu tahu mana yang terbaik dengan kapasitas cinta yang berkualitas untuk kita.

Tidak perlu memohon untuk kembali jika itu memang cinta, maka dua hati akan bersatu melalui janji suci. Tak perlu diratapi jika itu yang terbaik, cinta selalu mengetahui mana yang pantas dan mana yang tidak.
Rasakan, nikmati, dan resapi akan semua prosesnya.
Cinta bukan masalah aku dan kamu, ataupun ini dan itu. Cinta bukan Ego yang mengharuskan dua insan yang berbeda untuk saling menyakiti ataupun memenderitakan satu dengan yang lainnya.

Biarkan cinta itu pergi. Fikirkan diri Anda sendiri, bukan karena Anda menjadi seorang yang penuh Ego atau tidak mempedulikan cinta itu sendiri. Bersihkan luka, bila perlu menangislah sejadi-jadinya, jika selesai, berubahlah dan jadilah diri Anda sendiri dan lebih baik lagi.  Rasakan, cinta itu kembali untuk menerangi setiap kesunyian dan kegelapan hidup ini.
Cinta itu dibutuhkan, tetapi tidak membutuhkan.
Anda tak akan dapat hidup tanpa adanya cinta, serta siapapun Anda tak akan pernah tahu indahnya berjuang tanpa adanya cinta. Tetapi, cinta sama sekali tidak membutuhkan. Cinta datang jika dibutuhkan, tulus, dan hanya memberikan tanpa membutuhkan untuk dikembalikan.
Begitulah cinta, membahagiakan meskipun bukan diri Anda yang merasakan. Berikanlah tanpa maksud untuk membutuhkan. Sesakit apapun itu, seseorang mempunyai hak untuk membahagiakan dirinya sendiri.

Percayalah. Jika itu cinta, daya magnetnya sangat luar biasa. Dimanapun Anda berada, daya tariknya sanggup menghancurkan segala benteng pemisah terhebat di dunia.

Cinta itu saling, percaya, juga bersama-sama. Ego itu aku, kamu, dan kita. Jangan pernah hilangkan makna cinta hanya karena Nafsu dari Ego semata. Hal tersebut lebih menyakitkan dari sebuah kehilangan. Lebih mengerikan dari pemerkosaan, serta lebih mematikan dari pembunuhan.

Siapapun berhak bebas, sebebas burung pipit yang selalu bernyanyi riang disaat pagi dan menjelang sore tiba. Karena jiku itu cinta, akan saling menjaga tanpa harus meragukan kebebasannya.

Berjanjilah untuk mencinta, bukan karena dasar Nafsu atau Ego semata. Tersenyumlah, bernyanyilah, dan cintai cinta itu selamanya. Kehidupan menginginkan suatu cerita yang ceria dan membahagiakan sesamanya, serta seluruh Alam Semesta dan seisinya.

Jika dunia tetap gelap, pertanyakan diri Anda, apakah Anda sudah hidup penuh rasa cinta, atau apakah itu hanya oleh-oleh dari Nafsu yang membunuh cinta terdalam dari lubuk hati Anda. Lihatlah, Anda adalah satu cinta dari sejuta Nafsu yang membunuh kebenaran sebuah cinta.

Tetap berdiri, yakini, dan hargai siapapun yang mencoba menggoyahkannya. Berjalanlah ke arah cinta yang Anda yakini. Dunia dan Alam Semesta adalah teman sejati yang selalu ada dan memberi cintanya kepada kehidupan Anda.

Anda bisa, karena Tuhan benar-benar ada untuk memberikan pelukan terhangatnya saat Anda terjatuh, lemah, dan tak berdaya. Tuhan memberikan debaran hebat untuk mengingatkan serta menyayangi Anda. Jika Tuhan berhenti, dan meninggalkan. Coba lihat isi hati terdalam Anda, mati tak tersentuh rasa apapun itu bentuknya.
Menikmati setiap rasa, karena Anda bukanlah Psycho kenikmatan dunia yang memutar balikkan fakta tentang keberadaan sebuah cinta.
Tetap bangkit, kembali pada cinta itu sendiri. Siapapun masa depan Anda, jangan pernah takut untuk mencintai. Fokuslah pada diri sendiri untuk memperbaiki, dan menjadi yang terbaik. Hingga saatnya tiba datangnya belahan jiwa Anda. Dengan berbagai kesamaan, akan berhenti dan menyanjung cinta terbaik yang sudah diberikan oleh Anda. Begitu juga dengan Anda kepada sang belahan jiwa.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.